|
|
Empat Pejabat Tangani 177 WNI yang Terancam Hukuman Mati |
|
|
|
|
Senin, 30 Agustus 2010 00:42 WIB JAKARTA--MI: Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menugaskan empat pejabat Kementerian Hukum dan HAM untuk masuk dalam Tim Gabungan Kementerian Luar Negeri untuk membantu warga Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati di luar negeri. Tim itu akan melakukan advokasi bagi para WNI. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
BNP2TKI Dorong LSM Bangun "Rumah TKI" |
|
|
|
|
Liputan6.com, Lombok Timur: Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat mendorong aktivis lembaga sosial masyarakat (LSM) meningkatkan program pemberdayaan dan pendampingan kepada TKI serta mantan TKI, dengan membangun rumah TKI. LSM juga dapat membimbing calon TKI untuk bekerja secara benar dan berdokumen di luar negeri. |
|
Selanjutnya...
|
|
TKI Asal Sri Lanka Dipaku Majikannya di Arab Saudi |
|
|
|
|
Jumat, 27 Agustus 2010 10:48 WIB KOLOMBO--MI: Penata laksana rumah tangga asal Sri Lanka disiksa majikannya pasangan suami-istri Arab Saudi, setelah ia mengeluhkan beban kerja yang terlalu berat.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Seorang TKI NTB Terancam Hukuman Mati di Malaysia |
|
|
|
|
Jumat, 27 Agustus 2010 10:30 WIB MATARAM--MI: Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Haji M Zainul Majdi mendapat kabar ada seorang TKI asal Sumbawa, termasuk dalam 177 orang TKI yang terancam hukuman mati di Malaysia. |
|
Selanjutnya...
|
|
Hongkong Tidak Naikkan Gaji, Ribuan TKI Protes |
|
|
|
|
Kamis, 26 Agustus 2010 | 22:44 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan tenaga kerja Indonesia memprotes kebijakan pemerintah Hongkong yang tidak menaikkan gaji pembantu rumah tangga. Mereka juga meminta kenaikan uang makan dari 740 dollar Hongkong menjadi 750 dollar Hongkong untuk pembantu rumah tangga yang menandatangani kontrak setelah 25 Agustus 2010 ditinjau ulang. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 1 dari 14 |