Home » Info Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan » Ayah Bejat Cabuli Anak Tiri Sejak Kelas II SD
 
Ayah Bejat Cabuli Anak Tiri Sejak Kelas II SD PDF Cetak E-mail

JUM'AT, 21-08-2009 14:27

Charles - batamtoday.com

TANJUNGPINANG - Tragis nian yang dialamai Bunga (15), nama disamarkan. Selama enam tahun lebih ia harus menderita tekanan jiwa yang hebat atas perbuatan ayah tirinya, Fa (47), yang telah berulang kali mencabuli dirinya dalam kurun 6 tahun itu.Perbuatan bejat dan tak bermoral itu dilakukan Fa di rumahnya yang terletak di Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang, sejak Bunga masih duduk di bangku kelas II SD hingga kelas III SMP.

Pencabulan dan pemerkosaan itu, biasanya dilakukan tersangka antara jam siang hingga sore setelah korban pulang sekolah, dengan mengambil kesempatan ketika ibu korban, sedang tidak berada di rumah.

Aib pencabulan dan pemerkosaan yang telah berlangsung selama 6 tahun lebih itu terbongkar, setelah Bunga menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ibunya, Fi (45) karena ia sudah merasa tidak tahan lagi. Sekitar 16.00 WIB, Kamis (21/8/2009) kemarin bunga menceritakan perlakuan ayah tirinya terhadapnya sema ini.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Yusri Yunus, melalui Kasat Reskrim AKP Ade Kuncoro, membenarkan kejadiaan tersebut. Ditambahkan Ade, sekitar pukul 18.00 WIB, hari itu juga, setelah mendapatkan laporan dari ibu korban, pihaknya langsung menangkap dan mengamankan tersangka Fe.

"Dari pengakuan korban, pencabulan yang dialaminya sudah berlangsung sejak kelas II SD. Dan pada tahun ini, sekitar 15 Juni dan 8 Agustus 2009 lalu," jelas Kasat Reskrim kepada wartawan, Jumat (22/8/2009).

Kepada polisi, korban Bunga juga mengaku, kalau saat melakukan perbuatan bejatnya, tersangka Fe terlebih dahulu membujuknya, dengan mengatakan, "Kakak sayang nggak sama ayah, ayah sudah lama tidak dapat jatah dari ibumu." Setelah itu, tersangka langsung menciumi korban.

Dan setelah selesai melakukan pencabulan, biasanya tersangka langsung pergi dari rumah. Bahkan tidak pulang selama beberapa hari. Dari hasil visum dokter yang diperoleh polisi, menyatakan kalau keperawanan korban positif rusak.

"Atas perbuatannya, sementara tersangka kita jerat dengan pasal 82 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," sebut Ade Kuncoro.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, dan guna proses hukum lebih lanjut, tersangka Fe pun langsung dijebloskan ke sel tahanan Polres Tanjungpinang.(btd/charles)

Sumber : batamtoday.com

 
Hakcipta@2009 Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang