JAWAI. Sambas, kamis 12 Januari 2012 – Gugustugastrafficking.org, – Warga yang berdomisili di perbatasan dua dusun, Sepriuk dan Sungai Dusun, kecamatan Jawai Kabupaten Sambas, kemarin (11/1) digemparkan dengan temuan jenazah seorang gadis, Nazira, berusia sekitar 13 tahun. Remaja tersebut tergeletak persis di pinggir jalan setapak dan ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB di jalan penghubung dua dusun tersebut. Menurut kepala Desa Sabaran, Ismail, jenazah Nazira ditemukan oleh warga yang hendak berbelanja melintasi jalan setapak penghubung dua dusun tersebut. “Saat ditemukan, jenazah dalam kondisi tergeletak di pinggir jalan. Kita tidak tahu, meninggalnya karena apa? Tapi dalam pengamatan saya, tidak ada luka-luka di badan jenazah,” ungkap Ismail
Selain jenazah bersangkutan, warga juga menemukan tas dan jepit rambut dalam kondisi patah, yang diperkirakan merupakan milik korban. Tas dan jepit rambut tersebut ditemukan sekitar 100 meter, tidak jauh dari dari tempat tergeletaknya korban.Ismail mengatakan jenazah tersebut rencananya akan diperiksa oleh tim medis yang ada di Pukesmas Matang Suri Jawai Selatan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian Nazira.
Menurut keterangan dari beberapa warga sempat melihat sehari sebelumnya (10/1), sekitar pukul 17.00 WIB, korban bersama pamannya, yang mondar-mandir berulang kali menggunakan sampan dari Dermaga Desa Sabaran menuju Sintete. Pihaknya ingin mengetahui mengenai kematian Nazira, dengan mengonfirmasi keluarga, tetapi hingga saat ini paman korban tidak bisa dikonfirmasi. Bahkan ditelepon pun tidak ditanggapi. Sementara itu ditemui secara terpisah, Kapolsek Jawai Ipda Sirad, mengatakan bahwa saat ditemukan, kondisi mayat dalam kondisi miring dengan masih mengenakan pakaian lengkap. Belum diketahui pasti kapan mayat tersebut kali pertama ditemukan. Namun dari informasi warga sekitar, remaja tersebut diketahui keberadaannya sekitar pukul 06.00 WIB – 08.00 WIB di Dusun Sungai Dungun di Desa Sabaran. Selain itu, kepolisian belum bisa memastikan penyebab kematian korban karena perlu dilakukan autopsi. “Rencananya besok (hari ini, Red) tim Dokkes Polda Kalbar akan ke Sambas melakukan autopsi untuk mengetahui apa penyebab kematiannya?” ujar Kapolsek. Namun dari kasat mata, timpal Kapolsek, sepertinya tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh mayat. Melalui autopsi yang dilakukan ini nantinya akan diketahui penyebab kematian korban. “Kita tidak tahu, apakah ada penyakit dalam atau apa? Dari autopsi nantinya bisa ketahuan,” pungkasnya. (har _ Atang .Sambas) |