Home » Monitor Kegiatan » Istri Syok, Anak Dijual Keluar
 
Istri Syok, Anak Dijual Keluar PDF Cetak E-mail

SAMBAS – Gugustugastrafiking.org.Malang. Itulah yang dialami Joni alias Lim Ci Nen (37) warga Desa Makrampai, Tebas. Ia dan istri, Momoi (30), harus kehilangan buah hati tersayang. Anak kedua berjenis kelamin laki-laki dari pernikahannya dijual oleh keluarganya sendiri. Kini segala upaya dilakukan Joni agar anak mereka bisa kembali ke pangkuan. Akibat kejadian ini, sang istri pun syok.

“Menurut informasi, anak saya dijual dan saat ini berada di Jambi,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Senin (7/11) malam.Kabar mengejutkan ini ia terima dari sang istri beberapa hari lalu. Kebetulan dia sendiri baru datang dari Jakarta. Tekejut, panik, dan sedih, itulah perasaan Joni. Berdasarkan cerita istrinya, kejadian malang ini berawal pada 24 September lalu, ketika wanita yang dinikahinya tersebut sudah tiga hari dirawat di RSUD Abdul Aziz Singkawang setelah melahirkan buah hatinya dengan berat 3,3 kilogram. Saat kejadian, datanglah LM (31), warga Sempalai, Sebawi, yang memang memiliki hubungan keluarga sangat dekat dengan Joni. Di rumah sakit tersebut, LM membayar segala biaya perobatan persalinan istri. Momoi pun keluar dari rumah sakit dan tinggal bersama orangtuanya di Senturang, Menterado.

LM sebelumnya telah berjanji akan merawat anak mereka seperti anaknya sendiri. Seminggu di Senturang pascakejadian di rumah sakit, LM kembali menemui Momoi dengan memberikan uang. Namun wanita tersebut tidak mengerti maksud pemberian uang tersebut. “Yang jelas istri saya bilang anak kami dirawat oleh LM,” jelas Joni. Mendengar hal tersebut Joni pun menelpon LM, Jumat (4/11) lalu, mempertanyakan perihal anaknya. “Keesokannya saya cek ke rumah LM di Sempalai, (ternyata) anak saya tidak ada, saya terkejut termasuk istri saya,” ucapnya sedih.

Joni pun mendesak LM terkait keberadaan anaknya yang belum memiliki nama itu. Celakanya LM malah mengaku tak mengetahui keberadaan anaknya. Tak mau menyerah, ia pun kemudian berhasil mendapatkan informasi anaknya yang kini ternyata berada di tangan Akiong, warga Semparuk. “Ternyata anak saya dipindahtangankan ke Akiong. Saya tanya Akiong via HP di mana anak saya, (ternyata) kata Akiong sudah di Jambi,” ungkap Joni dengan nada kesal.Sebelumnya Akiong memberikan nomor HP terkait perempuan yang mengambil anaknya dari tangan Akiong. Joni pun menghubungi perempuan tersebut yang berada di Selakau. “Saya tanya perempuan tersebut, ternyata si perempuan ini tak ada kaitannya soal anak saya,” katanya.

Ia tak tahu lagi akan berbuat apa? Beberapa kali Joni curhat ke koran ini memperjuangkan bagaimana anaknya bisa kembali. Atas perlakukan LM dan Akiong tersebut, Joni berencana melaporkan perihal indikasi penjualan anaknya ini kepada Polres Sambas. “Besok (hari ini, Red) saya laporkan masalah ini ke Polres Sambas, saya berharap anak saya bisa kembali,” ungkapnya. (har - Atang)  

 

 
Hakcipta@2009 Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang