Home » Koordinasi dan Kerjasama » Saksi/Korban Perdagangan Orang Butuh Pendamping Yang Cerdas
 
Saksi/Korban Perdagangan Orang Butuh Pendamping Yang Cerdas PDF Cetak E-mail

 

Saksi/Korban perdagangan orang membutuhkan perlindungan dan layanan pemulihan rehabilitasi, bantuan hukum, serta pemulangan dan reintegrasi. Untuk meyakinkan saksi/korban untuk mendapatkan perlindungan dan mengakses layanan sangat dibutuhkan seorang pendamping. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Dra. Luly Altruiswaty, M.Sc, Asdep Perlindungan Korban TPPO pada pertemuan pembahasan Modul Pendampingan Saksi dan/atau Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang di Hotel Salak, Bogor (20/4). 

Dalam pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang salah satu pihak yang penting adalah kehadiran seorang pendamping. Meskipun demikian, pendamping yang dibutuhkan dalam pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang perlu memiliki pengetahuan, keterampilan dan nilai mengenai saksi/korban perdagangan orang.

Untuk mendapatkan pendamping yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan nilai, mereka perlu dilatih dan atau dididik mengenai tindak pidana perdagangan orang. Atas dasar kebutuhan inilah yang mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mempersiapkan “Modul Pendampingan Saksi dan/atau Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang”.

Penyusunan modul ini melibatkan para pihak dari Anggota Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Komnas Perempun, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, LBH APIK, Gema Perempuan, Migrant Care, YKAI, SBMI, Yayasan Pulih, Kalyanamitra, P2TP2A DKI Jakarta, dan lembaga internasional ICMC dan IOM. Pada pertemuan ini yang menjadi narasumber adalah Dhevy Setya Wibawa, Fakultas Psikologi Universitas Atmajaya, Jakarta  dan Ratna Batara Munti, LBH APIK Jakarta.

Menurut Ratna Batara Munti, bahwa “Modul yang akan disusun perlu memperhatikan kapasitas pendamping, terutama yang berasal dari berbagai latar belakang”. Materi dalam modul diupayakan mudah diterima dan dipahami oleh pendamping di lapangan. Dan yang terpenting materi tersebut dapat dipraktikan di lapangan. Sedangkan bagi fasilitator perlu diperkaya dengan kemampuan identifikasi dan analisis, tegas “Ratna.

13032908311879055213

Peserta pertemuan pembahasan Modul Pendampingan Saksi dan/atau Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang di Hotel Salak, Bogor (20/4)

 
Hakcipta@2009 Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang