Home » Provinsi » Jawa Barat » PERLUNYA RAKOR TIM GUGUS TUGAS PROVINSI JAWA BARAT DALAM PENANGGULANGAN KORBAN TRAFFICKING
 
PERLUNYA RAKOR TIM GUGUS TUGAS PROVINSI JAWA BARAT DALAM PENANGGULANGAN KORBAN TRAFFICKING PDF Cetak E-mail

Bandung - gugustugastrafficking.org – Dalam pencegahan dan penanganan korban trafficking asal Jawa Barat, diperlukan adanya suatu koordinasi dan kerjasama Tim Gugus Tugas baik tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota. Hal tersebut telah diatur melalui Tupoksi Gugus Tugas yang telah dibentuk melalui peraturan daerah atau kebijakan pemerintah daerah masing-masing, untuk itu perlu dilakukan kegiatan Rapat Koordinasi dalam proses pencegahan dan penanggulangannya agar terjalin kerjasama yang efektif. Selain telah dilakukan upaya dalam rangka penyelamatan korban malalui penjemputan dan pemulangan yang dilakukan Tim Gugus Tugas Provinsi perlu kerjasama antara keanggotaannya.

Dalam penanganan kasus korban yang sudah dipulangkan dan kembali kedaerah asal menjadi tanggung jawab daerah Kabupaten/Kota asal korban berasal. Proses pemulihan, pemeriksaan medis, berita acara pemeriksaan oleh polda, pembinaan rohani, pemantauan dan pengawasan juga perlu dilakukan oleh keanggotaan Tim Gugus Tugas hingga korban tidak dapat kembali ke pekerjaan semula sebagai PSK yang awalnya adalah korban. BPPKB Provinsi Jawa Barat hal ini sebagai sekretariat Gugus Tugas Provinsi melakukan upaya terhadap korban dengan usulan program bantuan untuk dapat melakukan usaha ekonomi yang produktif dalam rangka pencegahan dan penanganannya. Hal ini disampaikan oleh . Bidang PKHPP pada BPPKB Provinsi Jawa Barat,  dan perlu diangkat pada pelatihan Rakor Gugus Tugas Trafficking tingkat Provinsi Jawa Barat (18/12).

Kegiatan Rakor Gugus Tugas Trafficking sangat berpengaruh dalam proses pencegahan dan penanganan korban trafficking di Jawa Barat, telah menjadi issue bahwa Jawa Barat merupakan sending area dalam hal kasus perdagangan orang. Berdasarkan data dari Bareskrim Mabes Polri  bahwa Jawa Barat menempati peringkat kedua dalam jumlah korban perdagangan manusia (trafficking). Tahun 2009, terdapat 700 korban trafficking asal Jawa Barat, di bawah Kalimantan Barat dengan 750 korban. berbeda lagi dengan pendataan yang dilakukan oleh IOM (Internasional Organization Migran).

Peran Tim Gugus tugas Provinsi Jawa Barat telah berhasil memulangkan korban trafficking asal Jawa Barat dengan jumlah 72 orang korban pada Tahun 2010 ini, Korban berasal dari Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota. hal ini perlu ditindak lanjuti dalam hal penanganannya system pencatatan dan pelaporan yang baik, pelayananan medis,rehabitasi social, pelayanan hukum dan pemulangan atau reintegrasi dan telah dilakukan oleh tingkat Provinsi kemudian setelah itu dilakukan penjemputan oleh BPPKB Kabupaten/Kota untuk dipulangkan ke Rumah orang tua korban kedaerah asal.

Keanggotaan Tim Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat telah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No.467.2/Kep.1331-BPPKB/2009 Tentang Gugus Tugas Pencegahan & Penanganan Korban Perdagangan Orang, ini mengacu pada Kebijakan Pemerintah Pusat melalui Peraturan Undang-Undang RI. No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan disahkan pada tanggal 19 April 2007; dan Peraturan Presiden RI. No. 69 Tahun 2008 tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO.

Kegiatan Rapat Koordinasi ini telah dihadiri oleh BPPKB, P2TP2A tingkat Prov. Jawa Barat, BPPKB dan P2TP2A tingkat Kab/Kota, Dinas/Instansi/Lembaga terkait, aparat hukum, kepolisian, organisasi wanita dan LSM yang terkait dengan keanggotaan Gugus Tugas.

Pogram kegiatan Rakor ini diharapkan agar terjalin keaktifan keanggotaan Tim Gugus Tugas Baik di Tingkat Provinsi maupun Kota/Kabupaten dalam hal pencegahan dan penanganannya agar korban asal Jawa Barat dapat diselamatkan, dicegah atau kurangi. Pengawasan dan pemantauan atas korban sangatlah diperlukan. (ilmanslh)

 
Hakcipta@2009 Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang