| KPAI SEMINAR DENGAN PEMDA KABUPATEN KARIMUN |
|
|
|
|
Selasa, 24 Nopember 2009 Karimun – gugus tugas trafficking.org – Seminar Hasil Sementara Pemetaan Anak dan Korban Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) tanggal 20 Nopember 2009 yang dihadiri oleh 10 (sepuluh) Instansi/Lembaga.
Dari hasil pemetaan maka dilakukan seminar hasil sementara yang dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak oleh Ir. Supinah, M.Si dan juga hadir Komisi Perlindungan Anak Indonesia Drs. Farid Ma’ruf, M.PA Asisten Deputi Tindak Kekerasan Terhadap Anak Deputi 4 serta Kabid Data dan Analisis Kebijakan kekerasan Anak Dra. Widi Astuti. Latar belakang untuk dilakukan pemetaan ini adalah karena Kabupaten Karimun Propinsi Kepulauan Riau berdekatan dengan Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura meyebabkan banyaknya kunjungan tamu asing ke daerah. Yang mana kasus Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) di Kabupaten Karimun adalah merupakan daerah transit trafficking anak internasional dan wilayah tujuan domestic trafficking anak. Kemiskinan dan rendahnya pengetahuan dan tingkat pendidikan yang dimiliki para korban ESKA. Gaya hidup masyarakat yang pada umumnya. Gaya hidup untuk memiliki barang mewah, seperti salah satunya untuk memiliki HP yang mahal dan bagus. Kurang tertibnya pihak pengusaha tempat hiburan dan hotel / penginapan dalam menerima tamu pada saat check – in. Yang menyebabkan anak terjerat Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) karena kebutuhan ekonomi atau terdesak ekonomi keluarga. Sifat konsumtif yang dimiliki sebagai remaja yaitu keinginan bergaya hidup mewah, orang tua yang miskin dan tidak mampu memenuhi gaya hidup konsumtif mereka. Dari hasil pemetaan ini didapati usia korban sebagian besar berumur antara 16-18 tahun sekitar 47 orang. Usia termuda korban ESKA adalah 12 tahun. Usia muda menjadi incaran para trafficker karena permintaan pasar “demand” tinggi terhadap para ABG ini. Yang menjadi penyebab permintaan anak-anak tinggi diantaranya yaitu adanya mitos atau kepercayaan yang diyakini bahwa berhubungan seks dengan usia muda akan membuat awet muda.semakin muda semakin rendah kemungkinan terkena penyakit atau dianggap bersih. Para pelanggan yang ditemukan dari hasil pemetaan ini adalah warga local atau wisatawan local dan wisatawan asing yang berasal dari Malaysia dan Singapura. Mereka datang ke Karimun untuk tujuan bisnis atau hanya untuk sekedar menghabiskan waktu liburan dengan datang seminggu sekali, sebulan sekali atau beberapa bulan sekali. Hal inilah mereka memiliki kecenderungan menjadi pelanggan tetap dari korban ESKA tertentu. Ataupun mereka sudah memiliki kontak person tertentu yang dapat menghubungkan mereka dengan korban ESKA. Hasil Sementara Pemetaan Anak dan Korban Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) ini masih perlu adanya revisi kembali. (Ff)
|

Pengunjung







![]() | Hari ini | 542 |
![]() | Kemarin | 859 |
![]() | Minggu ini | 3055 |
![]() | Bulan ini | 16189 |
![]() | Total | 734275 |









